New H4ir Styles 2013

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Thursday, November 15, 2012

iPad Mini

iPad Mini

Apple kembali membuat kejutan beberapa hari lalu dengan kehadiran iPad Mini. Tablet mini generasi pertama keluaran perusahaan gadget asal Amerika ini didukung dengan Dual Core A5 chip, Facetime yang diusung dengan kamera HD, iSight kamera dengan dukungan 1080p HD video recording dan Anda dapat mendownload lebih dari 275.000 aplikasi melalui App Store.


Dari segi desain,iPad mini dilapisi alumunium solid pada sisi belakangnya dan memiliki ukuran 7.9 inch, tebal 0.28 inch (atau setebal pensil) dan berat 308 gram serta di dukung oleh kamera 5 megapiksel pada bagian belakang, serta 1.2 Mp apada bagian depan. Namun sayangnya belum dilengkapi oleh Retina Display pada layar

Gadget yang dilansir dapat bertahan hidup higga 10 jam ini dijual dalam 2 tipe yaitu iPad Mini Wifi & ipad mini Wifi + jaringan seluler dengan hardisk 16 GB, 32 GB dan 64 GB.

Spesifikasi :

Sistem operasi: iOS6
Kamera: 5 MP (belakang), 1.2 MP (depan)
Baterai: "16.3 watt hour", masa hidup 10 jam
Port: Lightning
Layar: IPS, 7.9 inci, 1024x768 (163 ppi)
Dimensi: 20x13.5x7.2 cm
Bobot: 308 gram (WiFi Only)/ 312 gram (WiFi+seluler)
Pilihan warna: Hitam dan Putih


Harga : Dari harga $329 (kalo nanti Indonesia berapa ya, harganya?) 

Monday, November 12, 2012

[MUST SEE] 14 November, Gerhana Matahari Total Gemparkan Dunia !



Astronesia-Peneliti mengatakan fenomena gerhana matahari total diprediksi akan melanda wilayah Australia pada 14 November. Fenomena langka tersebut kabarnya justru mendatangkan keuntungan bagi negara setempat, karena banyak turis asing yang ingin menyaksikan gerhana matahari tersebut. Dilansir International Business Times, Selasa (6/11/2012), selain event Melbourne Cup, alasan lain untuk para jetsetters, stargazers serta wisatawan asing untuk pergi ke Australia ialah melihat fenomena gerhana matahari total pada 14 November 2012. Peristiwa alam ini juga akan terjadi satu sejam setelah terbitnya matahari (13 November di Amerika Serikat). Sektor pengelola pariwisata negara setempat akan mempersiapkan untuk lebih dari 50 ribu wisatawan. NASA juga memfasilitasi dengan menyediakan platform streaming langsung (live-streaming) dan diperkirakan akan diakses oleh 20 juta sampai 300 juta pemirsa di seluruh dunia.

Wikipedia menerangkan, gerhana matahari total pada pertengahan November tahun ini akan dapat terlihat di bagian Australia bagian utara dan bagian selatan Samudera Pasifik. Tepatnya, gerhana matahari ini bisa disaksikan sekira dua menit pada pukul 06:38 waktu Australia dan 20:38 Coordinated Universal Time atau UTC/GMT)Sementara untuk penampakan gerhana matahari parsial di Indonesia (13 November 2012)situs Earthsky melaporkan gerhana ini akan muncul pada pukul 19:38 UT/GMT dan berakhir di Amerika Selatan pada 14 November pada pukul 00:46 UT. Gerhana matahari bisa terjadi saat posisi bulan terletak di antara bumi dan matahari. Dengan demikian, bulan akan menutupi sebagian atau seluruh cahaya matahari yang menuju ke bumi. Meskipun ukuran bulan lebih kecil, bayangan bulan mampu menutupi dari cahaya matahari sepenuhnya, karena bulan berjarak rata-rata 384.400 kilometer dari bumi. Jarak ini lebih dekat ketimbang matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.

Thursday, November 8, 2012

Penerapan Sistem Interoperabilitas Data dan Informasi


Penerapan Sistem Interoperabilitas Data dan Informasi 
Iptek di Lingkungan Ristek dan LPNK


Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah-LIPI lkmn_pdiiilipi@yahoo.com, isjd.pdiilipi@yahoo.com
 Abstrak

      Interoperabilitas didefinisikan sebagai kemampuan organisasi pemerintah untuk saling berbagi dan mengintegrasikan informasi dan proses kerjanya dengan memanfaatkan sekumpulan standar yang baku. Pada tahun 2011, Kementerian Ristek bekerjasama dengan Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII-LIPI) mengembangkan Pustaka Ristek dengan melaksanakan sistem interoperabilitas data dan informasi Iptek di lingkungan Ristek dan LPNK. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan seluruh karya ilmiah berikut data dan informasi yang dihasilkan para Peneliti serta lembaga penelitian dapat lebih terintegrasi sehingga mudah diakses dan dipetakan perkembangannya sesuai bidang ilmu masing-masing. Tidak hanya itu, melalui sistem tersebut, masalah visibilitas dan akuntabilitas hasil penelitian di Indonesia di dunia Internasional diharapkan ikut dapat teratasi sehingga pada gilirannya penelitian Indonesia dapat disitir oleh pengguna dari seluruh dunia.

Kata Kunci : interoperabilitas, digital library, national repository, Indonesian Scientific resources



1.     PENDAHULUAN

Framework interoperabilitas bertujuan untuk dapat mendefinisikan kumpulan spesifikasi yang dapat memfasilitasi sistem pemerintah ketika berinteraksi dengan sistem lainnya, baik dalam lingkup internal maupun dengan lingkungan eksternalnya secara efisien dan efektif.

Penggunaan framework interoperabilitas akan memberikan manfaat, antara lain:

a.         memudahkan lembaga pemerintah untuk bekerja sama dalam lingkungan elektronik;

b.         membuat sistem, memperkaya pengetahuan dan berbagi pengalaman yang dapat dimanfaatkan bersama dari satu lembaga ke lembaga lainnya;
c.          mengurangi kerumitan proses yang terkait dengan kebutuhan hubungan pemerintah secara on-line melalui pendekatan yang konsisten;
d.         mengurangi ketergantungan media tradisional dalam pertukaran data sesuai dengan kebijakan keamanannya masing-masing;
e.          mengantisipasi kebutuhan pengembangan untuk menjawab layanan yang semakin beragam di masa yang akan datang.

Putu Laxman Pendit (2001) membagi beberapa kategori interoperabilitas, antara lain sebagai berikut:

Technical interoperability: penggunaan standar komunikasi, pemindaian, penyimpanan, dan penyajian data digital;



      Semantic interoperability: standar penggunaan istilah dalam pengindeksan dan temu kembali;
     Political/human interoperability: keputusan untuk berbagi bersama dan bekerja sama;

     Intercommunity interoperability: kesepakatan untuk berhimpun antar institusi dan beragam disiplin ilmu;

    Legal interoperatiblity: peraturan dan perundangan tentang akses ke koleksi digital, termasuk soal hak intelektual;
     International interoperability: standar yang memungkinkan kerjasama internasional.

Sebagai penjabaran interoperabilitas untuk mendukung program e-government - khususnya di lingkungan Kementerian Ristek - pada bulan Oktober 2010 Kementerian Ristek telah meluncurkan portal Pustaka Iptek (http://pustaka.ristek.go.id) yang dilengkapi perangkat database jurnal internasional ”science direct”. Selain membantu para peneliti, keberadaan database tersebut dalam portal Pustaka Iptek juga membantu menghemat anggaran setiap lembaga penelitian karena tidak perlu lagi melanggankan jurnal di setiap portal yang dikelolanya. Dengan demikian, duplikasi berlangganan jurnal antar lembaga penelitian dengan sendirinya juga dapat dihindari.

Portal tersebut muncul sebagai salah satu upaya untuk menjawab permasalahan kesulitan akses terhadap publikasi ilmiah nasional dan Internasional yang menyebabkan rendahnya pemanfaatan publikasi itu sendiri sehingga menjadi faktor penyebab tidak efektifnya siklus pembaruan informasi ilmiah melalui riset.

Padahal saat ini banyak kegiatan riset telah dilaksanakan di Indonesia. Tabel 1 menunjukan beberapa pusat penelitian di bawah koordinasi Kementerian Ristek yang banyak menghasilkan karya-karya ilmiah berupa laporan penelitian, prosiding/makalah, laporan penelitian, tesis/disertasi, buku, artikel jurnal ilmiah dan paten. Ironisnya, publikasi ilmiah yang diterbitkan di dalam negeri masih terkesan sulit diakses sehingga pemanfaatannya sangat rendah. Lebih memprihatinkan lagi, masih banyak peneliti yang lebih mempercayai publikasi luar negeri sebagai referensi untuk menyusun rencana riset dan pembahasan teoritis hasil penelitiannya, walaupun riset tersebut dilaksanakan di Indonesia dengan permasalahan spesifik Indonesia.

Tabel 1
Pusat Penelitian LPNK - Ristek

Pusat Penelitian
Jumlah
LIPI
23
BPPT
20
LAPAN
7
BATAN
18
BAKOSURTANAL
8
BSN
1
Jumlah
77

Keberadaan Keputusan Menristek No. 44/VII/2000 tentang Penyampaian Literatur Kelabu yang berisi himbauan kepada para peneliti untuk menyerahkan karya-karya ilmiah yang dihasilkannya kepada PDII-LIPI untuk didiseminasikan sampai saat ini belum berjalan optimal. Proses pengolahan karya-karya ilmiah tersebut di PDII juga memerlukan waktu cukup lama sebelum dapat ditampilkan di media internet disebabkan begitu banyaknya dokumen yang harus diolah karena sebagian besar masih diterima PDII dalam bentuk hardcopy. Tabel 2 menunjukan karya ilmiah yang telah diolah PDII-LIPI. Dari jumlah tersebut masih ada sekitar 40% yang belum terolah.

Tabel 2
Karya Ilmiah Yang telah diolah PDII-LIPI

No
Jenis Karya
Jumlah
1
Artikel Jurnal Ilmiah
62.257
2
Jurnal Ilmiah
4.918
3
Laporan Penelitian
57.807
4
Artikel Prosiding ilmiah
58.550
5
Buku
83.104
6
Tesis/disertasi
33.518
7
Paten
6.860

Saat ini setiap lembaga penelitian sudah mulai mengelola karya ilmiah, data dan informasinya masing-masing. Hal ini tentu saja menimbulkan duplikasi dengan pengelolaan yang dilaksanakan PDII-LIPI. Untuk menghindari duplikasi tersebut, diperlukan sistem terintegrasi yang disertai pedoman dan standar yang digunakan secara nasional

maupun internasional sehingga proses interoperabilitas dapat berjalan baik.

Menanggapi berbagai uraian permasalahan yang telah disampaikan sebelumnya dan dalam rangka mengembangkan Pustaka Iptek di tahun 2011, dikembangkanlah suatu repository nasional yang berisi karya ilmiah, data dan informasi yang dihasilkan oleh para peneliti di Indonesia. Repository tersebut diharapkan dapat mengintegrasikan database dari perpustakaan digital (digital library) yang dibangun oleh lembaga penelitian yang ada di Indonesia dan dapat memberikan kemudahan akses informasi karya ilmiah kepada masyarakat sehingga duplikasi kegiatan penelitian dapat dihindari dan peta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat terpantau.


2.    PEMBAHASAN

Workshop IS&TDL 2010 telah mengidentifikasi pola pengelolaan informasi di satuan kerja LPNK yang berada dalam koordinasi Kementerian Ristek ke dalam tiga pengelompokkan, yaitu pengelolaan konten, penggunaan sistem aplikasi, dan kondisi perpustakaan.

Pengelolaan Konten

Konten yang dihasilkan satuan kerja dikelompokkan menjadi 3 kategori, yaitu:

1) karya ilmiah yang merupakan hasil dari kegiatan penelitian yang diolah dalam bentuk buku, jurnal, laporan penelitian, tesis/disertasi, artikel makalah prosiding/pertemuan dan paten;

2)         database yang berkaitan dengan informasi yang telah dikelola seperti database laporan penelitian, tanaman anggrek, hewan, sungai, laut, ikan, Standar Nasional Indonesia (SNI) dan lainnya.

3)         informasi yang berkaitan dengan kegiatan penelitian, baik dari awal kegiatan maupun hasil penelitian yang telah dikemas menjadi pengetahuan dan kebijakan baru.

Saat ini, satuan kerja yang ada di LPNK hanya mengelola buku, jurnal, laporan penelitian, paten dan prosiding makalah yang diterbitkan oleh satuan kerja. Padahal tidak sedikit peneliti yang bekerja di satuan kerja tersebut yang menulis buku, jurnal, laporan penelitian dan berkolaborasi dengan instansi di luar satuan kerjanya sehingga hasil karyanya justru tidak terekam di satuan kerja tempat yang bersangkutan mengabdikan diri melainkan terpampang sebagai hasil karya di satuan kerja yang lain atas dasar hubungan kolaborasi penelitian. Fenomena yang sama terjadi pada para peneliti yang melanjutkan pendidikan mereka ke luar negeri, banyak karya mereka, baik berupa artikel jurnal/prosiding bahkan paten yang dipublish di

2

Edit Foto Profil Google Plus


Anda ingin mendesain foto profil tapi tidak sempat mengutak-atik photoshop atau corel? sekarang ada sebuah web yang akan mendesainkan foto profil google plus anda hanya dalam beberapa langkah yaitu upload foto, atur ukuran, atur desain yang diinginkan kemudian download foto anda. dan hasilnya seperti yang terlihat di gambar diatas. jadi tunggu apa lagi? desain dan ganti foto profil google plus anda sekarang juga dengan langkah sebagai berikut:
  1. Buka alamat website  http://turhan.me/+me/
  2. Klik tombol Choose file kemudian cari gambar yang ingin dijadikan foto profil kemudian open
  3. Setelah proses upload selesai atur ukuran dan posisi foto dengan melakukan drag and drop pada foto yang mempunyai kotak resize (mengatur ukuran foto) ==> lihat pada gambar dibawah
  4. Atur tampilan desain dan huruf G+
  5. Klik tombol Preview and Download
  6. Lakukan klik kanan pada foto yang ditampilkan kemudian Save As
(Klik untuk memperbesar gambar)
Upload foto ke bagian profil google plus anda.  Ada yang lebih menarik juga yaitu ada tulisannya I’ve Moved to Google+ untuk dijadikan facebook profil. Mau coba? Silahkan


Ternyata Penyumbang Oksigen Bukanlah Pohon !

Kalau jawaban teman-teman adalah pohon, ups maaf masih salah. Pohon adalah salah satu penyumbang oksigen, akan tetapi hanya sebesar 20% untuk bumi. Pohon berguna untuk mitigasi (mengurangi) karbondioksida yang ada di bumi.


Jadi untuk mengurangi dampak pemanasan global, tanamlah pohon agar CO2 nya dapat dimanfaatkan oleh pohon. Karena nilai wajar dari CO2 adalah 0,1% di bumi ini, tetapi tahun 2010 ini kadar CO2 di atmosfer bumi sudah mencapai 0,3%.




Jadi jawaban yang benar adalah Planktonkhususnya adalah Fitoplankton. Plankton didefinisikan sebagai organisme hanyut apapun yang hidup dalam zona pelagik (bagian atas) samudera, laut, dan badan air tawar.


Secara luas plankton dianggap sebagai salah satu organisme terpenting di dunia, karena menjadi bekal makanan untuk kehidupan akuatik.

Bagi kebanyakan makhluk laut, plankton adalah makanan utama mereka. Plankton terdiri dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan laut. Ukurannya kecil saja. Walaupun termasuk sejenis benda hidup, plankton tidak mempunyai kekuatan untuk melawan arus, air pasang atau angin yang menghanyutkannya.



Plankton hidup di pesisir pantai di mana ia mendapat bekal garam mineral dan cahaya matahari yang mencukupi. Ini penting untuk memungkinkannya terus hidup.


Mengingat plankton menjadi makanan ikan, tidak mengherankan bila ikan banyak terdapat di pesisir pantai. Itulah sebabnya kegiatan menangkap ikan aktif dijalankan di kawasan itu.

Selain sisa-sisa hewan, plankton juga tercipta dari tumbuhan. Jika dilihat menggunakan mikroskop, unsur tumbuhan alga dapat dilihat pada plankton. Beberapa makhluk laut yang memakan plankton adalah seperti batu karang, kerang, dan ikan paus.

Plankton adalah organisme yang menyumbang 80% kebutuhan oksigen yang ada di bumi ini.

Dengan kemampuannya berespisari menghasilkan gelembung-gelembung oksigen yang terdapat di dalam laut, oksigen tersebut terlepas ke udara dan menjadi gas yang bisa kita nikmati sekarang.

Para ilmuwan dari Amerika Serikat menemukan plankton secara tidak langsung dapat membuat awan yang dapat menahan sebagian sinar matahari yang merugikan. Sehingga plankton bisa membantu memperlambat proses pemanasan bumi.



Dierdre Toole dari Institusi Oceanografi Woods Hole (WHOI) dan David Siegel dari Universitas California, Santa Barbara (UCSB) adalah dua peneliti itu.


Penelitian yang dibiayai oleh NASA tersebut mengungkapkan ketika matahari menyinari lautan, lapisan atas laut (sekitar 25 meter dari permukaan laut) memanas, dan menyebabkan perbedaan suhu yang cukup tinggi dengan lapisan laut di bawahnya. Lapisan atas dan bawah tersebut terpisah dan tidak saling tercampur.

Plankton hidup di lapisan atas, tapi nutrisi yang diperlukan oleh plankton terdapat lebih banyak di lapisan bawah laut. Karenanya, plankton mengalami malnutrisi.

Akibat kondisi malnutrisi ditambah dengan suhu air yang panas, plankton mengalami stress sehingga lebih rentan terhadap sinar ultraviolet yang dapat merusaknya.

Karena rentan terhadap sinar ultraviolet, plankton mencoba melindungi diri dengan menghasilkan zat dimethylsulfoniopropionate (DMSP) yang berfungsi untuk menguatkan dinding sel mereka.


Zat ini jika terurai ke air akan menjadi zat dimethylsulfide (DMS). DMS kemudian terlepas dengan sendirinya dari permukaan laut ke udara.


Di atmosfer, DMS bereaksi dengan oksigen sehingga membentuk sejenis komponen sulfur. Komponen sulfur DMS itu kemudian saling melekat dan membentuk partikel kecil seperti debu. Partikel-partikel kecil tersebut kemudian memudahkan uap air dari laut untuk berkondensasi dan membentuk awan.

Jadi, secara tidak langsung, plankton membantu menciptakan awanAwan yang terbentuk menyebabkan semakin sedikit sinar ultraviolet yang mencapai permukaan laut, sehingga plankton pun terbebas dari gangguan sinar ultraviolet.

Proses ini sebenarnya telah beberapa tahun dipelajari di laboratorium oleh para ilmuwan, namun proses alamiahnya baru kali ini dapat dipelajari.

Awan yang disebabkan oleh plankton ini, dipercaya dapat memperlambat proses pemanasan bumi, serta memiliki efek besar tehadap iklim bumi. Namun, untuk membuktikan hal tersebut, masih harus dilakukan penelitian lanjutan yang seksama.

Penelitian yang dilakukan di Laut Sargasso, lepas pantai Bermuda ini juga menemukan secara mengejutkan bahwa partikel DMS ini dapat terurai dengan sendirinya di udara setelah tiga sampai lima hari saja. Padahal, karbondioksida di udara, dapat bertahan hingga berpuluh-puluh tahun.

Karena penguraian alamiah DMS sangat cepat, DMS tidak akan menimbulkan efek rumah kaca, tidak seperti karbondioksida.

Jadi bersyukurlah karena mereka kita masih bisa menghirup udara dengan bebas untuk kelangausngan hidup. Lalu yang terpenting dan terutama, bersyukurlah karena Tuhan mu telah menciptakan mereka.